Pesan Sponsor

Pesan Sponsor: R. Hadisumarta
Ahli Mranggi Segala Macam Rangka Tombak, Keris baik Gaya Jogja, Solo atau sesuai Pesanan. Menerima Perawatan dan Marangi Pusaka. Contact: R. Sugiarto, Alamat: Suronatan NG 2/947, Notoprajan, Yogyakarta Tel: (+62 274) 374 510, 415 170

Jumat, 19 April 2013

218-Keris Lajer Tilam Upih Sinarasah


Keris Lajer/lurus Tilam Upih est. Tangguh Senopaten

Pamor Wos Wutah, Sinarasah Emas Lunglungan Anggrek dan Panji Wilis Pada Gandik 
(est. sinarasah susulan/dibuat tidak pada tahun yang sama dengan wilahnya)
Rangka dan Deder Gaya Jogjakarta, Kayu Trembalo Jawa,
Mendak Talen Kuningan Dengan Mata, Pendok Bunton Sepuh Perak

TERMAHAR
(Mahar Khusus Wilayah Indonesia, Dalam P. Jawa Ongkir Gratis)
informasi: puspadahyangkeris@gmail.com atau sms ke 0815 787 04099


Ancas/Tanjeg/Daya Magis:
Setiap Keris mempunyai misi spiritual dari Sang Empu pembuatnya, tergantung dan disesuaikan dengan kondisi, karakteristik dari pemegang pusaka nantinya. Dalam keadaan suci, segala daya upaya, daya cipta-rasa-karsa Sang Empu dilakukan dengan memohon kepada Sang Hyang Pemberi Hidup, Gusti Seru Semesta Alam! agar Berkenan memberikan Kuasa-Nya agar apa yang dimaksudkan oleh Sang Empu atas sebilah keris yang dibuatnya tersebut dapat terlaksana sesuai misi spiritualnya. Misi spiritual Sang Empu dapat dilihat dari macam dhapur yang dibuat maupun pamor yang disematkan di keris. 
Pamor dapat dibedakan menjadi 2, yaitu Pamor Rekan (hasil rekayasa Sang Empu) dan Pamor yang tidak direncanakan oleh Sang Empu/ diluar kuasa Sang Empu disebut juga Pamor Tiban (anugrah Tuhan YME). Bagi pecinta tosan aji yang mempercayainya, pamor juga dibagi menurut karakternya menjadi 2, yaitu Pemilih (biasanya di pamor miring/penempatannya melintang dari penampang wilah) dan Tidak Pemilih (biasanya terdapat di pamor mlumah/penemempatannya sejajar dengan wilah)
Dari apa yang ada, keris merupakan salah satu refleksi keseharian kehidupan nenek moyang orang Jawa dan budaya Jawa itu sendiri dimana sangat spiritualis yang lekat akan simbolisasi-simbolisasi atas kehidupan yang mengarah kepada KeTuhanan.
 Keris Lajer (Lurus)
Simbolisasi akan keinginan kuat, tidak mudah menyerah, mental yang tangguh.
Dhapur Tilam Upih
 Sesuai dari arti dalam bahasa jawa kuno (sansekerta) Tilam berarti peraduan, Upih adalah ujung daun, juga berarti kelopak. Secara simbolisasi dari pengharapan akan sang empu, yang menginginkan bahwa pemegang pusaka dapat mendapatkan ketenangan, ketentraman, kesabaran (ujung daun=pupus daun) memupus segala dur angkara yang juga menahan hawa nafsunya, kelopak daun merupakan simbolisasi dari menjaga/proteksi sehingga tercipta rasa aman dan tentram.

Pamor Beras Wutah (Beras Tumpah)
Simbolisasi akan kemudahan mencari penghidupan, kecukupan bahkan untuk berbagi, dimana kecukupan akan arti harafiah ekonomi akan mendatangkan ketentraman dalam kehidupan, dihormati di lingkungan sosial (wibawa), dan banyak kawan. Bagi sang pemegang pusaka nantinya diharapkan dapat senantiasa mendapatkan perlindungan dan berkah-Nya sesuai apa yang disimbolisasikan kedalam pamor keris tersebut. Pamor ini tidak pemilih.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar